Shinichi telah menjadi Conan dan hidup bersama keluarga Kogoro Mouri. Keyika mereka hendak bepergian dengan menaiki kereta Shinkansen untuk menghadiri pernikahan temannya Kogoro yang berada di Osaka secara tidak sengaja Conan berpapasan dengan anggota berbaju hitam yang telah memberinya obat tapi anggota berbaju hitam tidak mengenali Shinichi lagi. Dengan demikian itu adalah kesempatan emas Conan untuk memata-matai mereka. Dengan menggunakan alat penyadap yang diberikan Profesor Agasa, Conan mendengarkan pembicaraan mereka. Disini Conan mengetahui kalau mereka menggunakan nama samaran yang berasal dari minuman keras. Nama samaran orang yang tinggi dan memiliki rambut emas adalah “Gin”, ialah yang telah meminumkan obat kepada Shinichi. Sedangkan temannya yang sedikit gemuk dan memakai kacamata hitam memiliki nama samaran “Vodka”, ia bawahan Gin.
Dari alat penyadap pula Conan mengetahui bahwa Gin dan Vodka sehabis melakukan negosiasi yang mana didalam kopor hitamnya terdapat bom. Kedua anggota berbaju hitam itu keluar dari kereta setelah perhentian di Nagoya. Conan memberitahukan kepada staf kereta kalau di kereta tersebut terdapat bom. Tapi karena Conan anak kecil, ia tidak dipercayai dan malah ditertawakan. Akhirnya Conan berusaha sendiri untuk mendapatkan kopor hitam itu. Timbul masalah, didalam kereta tersebut terdapat empat orang yang menggunakan kopor hitam.
Conan mendatangi mereka satu per satu dan bertindak konyol. Pertama, seorang laki-laki yang terlihat seperti salesman saham, untuk mendekatinya Conan bertanya tentang game dan berusaha mengambil kopor tapi malah mendapat jitakan. Kedua, seorang wanita yang terlihat seperti wanita karir, Conan bertanya tentang pemandangan yang bagus sambil mengutak-atik kopornya tapi terkunci. Wanita itu menimpali “hari yang cerah, gunung Fuji juga terlihat jelas”. Ketiga, seorang kakek yang berduit, Conan bertanya tapi kakek ini ternyata tuli sehingga Conan mengacuhkannya. Keempat, seorang yang bertampang preman, Conan mendekatinya dan berpura-pura pesawat kertasnya ada disekitar bagasi. Ketika Conan hendak membuka kopornya, pria itu menariknya dan kopor itu terjatuh dan terbuka. Ternyata isinya hanyalah celana dalam yang berbentuk hati. Hahahaha… Hobi yang aneh untuk orang segarang itu. Pria garang itu menendang Conan keluar dari gerbong ke gerbong lainnya.
Waktu semakin sempit dan Ran mulai mengawasi gerak-geriknya. Conan ingin memberitahukan ke Ran kalau ia adalah Shinichi supaya orang-orang percaya di kereta itu ada bom tapi niat itu diurungkannya. Conan menganalisa ulang kemungkinan orang yang membawa bom dan kemungkinan itu jatuh pada sang wanita karena ia telah berbohong mengenai gunung Fuji.
Conan berlari mencari wanita itu, ia menemukan wanita itu sedang berdiri di lorong dangan kopor disampingnya. Waktunya tinggal 10 detik lagi dan Conan langsung menendang kopor hitam itu. Setelah kaca kereta pecah, kopor itu pun meledak dan akhirnya wanita itu mengakui keterlibatannya dengan organisasi hitam tapi tidak terlalu mendalam.
Kamis, 17 Juni 2010
Conan VS Anggota Organisasi Jubah Hitam : Kasus di Kereta Shinkansen
Diposting oleh Meitantei Mania di 18.33 0 komentar
Shinichi Kehilangan Ingatannya
“Shinichi, Is that my name?, I dont know who I am or where this place is”
Kisah ini diawali dengan munculnya sebuah surat undangan misterius yang dikirimkan kepada Shinichi Kudo, Conan (Shinichi yang menjadi kecil) meminta bantuan kepada heiji untuk menelusuri surat undangan tersebut, Heiji, Kogoro Mouri, Ran, Kazuha dan tentu saja Conan akhirnya pergi ke sebuah desa, awalnya Conan di larang pergi karena sedang flu, namun berkat obat yang di berikan Profesor Agasa keadaan agak sedikit membaik. Sesampainya di kampung itu, di penginapan Heiji menanyakan rumah “Makoto” sang pengirim surat itu, tapi anehnya sang petugas penginapan mengatakan bahwa Makoto telah hilang setengah tahun yang lalu.
Sang petugas penginapan itu bertanya kenapa Heiji mencari Okuda makoto, Heiji menjelaskan bahwa ia menerima surat dari Makoto yang isinya ia ingin berbicara dengan Shinichi Kudo karena ia menemukan kesalahan pada analisis Shinichi 1 tahun yang lalu. Tapi tiba-tiba saja seisi penginapan jadi berisik saat Heiji menyebutkan nama Shinichi. Seorang anak kecil berteriak “DIA SEORANG PEMBOHONG, APA KALIAN TEMAN DARI SI PEMBOHONG ITU?”, sang pemilik penginapan tak mau berbicara. Ia menyarankan Heiji dan yang lainnya untuk pergi ke kantor polisi jika ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Sementara itu Conan menghilang. Ia pergi ke hutan sendirian. Rupanya dalam surat yang dikirimkan Makoto itu juga berisi tempat perjanjian untuk bertemu yaitu disebuah rumah di tengah hutan tempat Shinichi pertama kali bertemu dengannya. Saat masuk kedalam rumah tersebut ia tak menemui siapapun, flu nya semakin bertambah parah, tiba-tiba seseorang berkata “apa itu Shinichi” ia mengunci pintunya sehingga Conan tak dapat keluar dari ruangan tersebut, situasi semakin memburuk, Conan merasakan persaan seperti tubuhnya akan kembali normal. Rupanya obat yang diberikan Profesor bukanlah obat flu ia keliru dan malah memberikan Prototype antidote APTX4869 yang sedang dikembangkan Ai, Conan memecahkan kaca jendela dengan bola yang berasal dari sabuk buatan Profesor dan melompat keluar dari jendela itu hingga tercebur ke sungai. Sementara itu Ran kebingungan dan gelisah mencari Conan yang masih belum kembali, mereka berempat bersama sama mencari Conan. Seorang warga melihat Conan masuk kehutan, tapi kemudian beberapa warga justru malah melihat seorang remaja SMU yang tak berpakaian tenggelam di sungai, Heiji meminta warga itu untuk mengantarkan mereka, “Shinichi” Ran berteriak saat melihat Shinichi yang kebasahan ditutupi selimut sedang di bantu beberapa warga di pinggir sungai, tapi Shinichi malah menjawab “Shinichi?, apa itu namaku?, siapa aku?, dan dimana ini?”,
Rupanya Shinichi kehilangan ingatannya, Heiji membawa Shinichi ke hotel, tapi ada keanehan lain, beberapa warga berkata “mungkin ia telah melihat pemuda hutan, percuma memeriksa ingatannya”. Apa yang sebenarnya terjadi?, Heiji mendapat penjelasan dari Haibara mengenai keaadaan Conan yang menjadi Shinichi, tapi hal buruk kembali terjadi. Heiji dan yang lainnya bertemu dengan teman Makoto dan seorang wartawan yang justru menyudutkan Shinichi yang mengatakan bahwa ia melakukan kesalahan analisa dan akhirnya menangkap penjahat yang salah dan membiarkan penjahat sesungguhnya berkeliaran dan bahkan mungkin telah membunuh Makoto. Shinichi yang hilang ingatannya hanya mengatakan “tidak tahu”, tapi lagi-lagi saat penyelidikan sesuatu benang merah terhubung pada pria hutan yang di panggil “Shiragama-sama”
Sementara Heiji dan Kogoro Mouri menyelidiki kasus yang di selesaikan Shinichi 1 tahun yang lalu, beberapa kali Ran merasakan diikuti seseorang berambut panjang dan berpakaian hitam yang selalu bersembunyi dibalik pohon. Ini sangat mencurigakkan. Apakah ia pelaku yang sesungguhnya? Sesuatu yang tak diduga terjadi. Heiji menemukan Shinichi berlumuran darah sambil memegang pisau sementara sang wartawan wanita itu terbaring dengan bekas luka tusukan di tubuhnya!!, apa yang terjadi benarkah Shinichi melakukan pembunuhan?.
Heiji menyembunyikan Shinichi dan menyuruh memanggil ambulan pada Ran, tapi polisi dan ambulan telah datang terlebih dahulu, siapa yang memanggilnya?
Heiji mulai kebingungan dengan kasus yang terjadi, semuanya mulai terasa tidak masuk akal, Kazuha mengatakan mungkin saja yang dikatakan orang-orang di hotel itu benar. Shinichi kehilangan ingatannya karena bertemu Shiragama-sama. Ran yang sudah kalang kabut berlari ke hutan dan mempercayai hal itu, ia berhasil melihat Shiragama tapi ia terpeleset hingga akhirnya jatuh pingsan, ketika sadar lukanya telah diobati, Heiji dan yang lainnya yang mengejar Ran dan akhirnya menemukan Ran yang sedang duduk kebingungan di dalam rumah di dalam hutan itu. Rumah itu agak sedikit aneh “mungkin ini rumah Shiragama”, heiji masuk kekamar yang terkunci dari luar, kamar itu dipenuhi dengan gambar-gambar Shinichi, Heiji juga menemukan jejak kaki Conan di jendela, rupanya itu kamar Conan di sekap.
Polisi mengatakan bahwa resepsionis melihat Shinichi memanggil sang wartawan kekamarnya lewat telepon hotel yang memperkuat dugaan bahwa ialah pembunuhnya, tapi tak lama kemudian diketahui juga bahwa Shinichi yang memanggil polisi dan ambulan. Heiji kelihatannya menemukan sesuatu, ia meminta polisi tersebut untuk mengecek sesuatu. Tapi sesuatu terjadi pada polisi itu, ia pingsan dan berkata telah bertemu dengan Shiragama-sama, bahkan Shiragama mengambil peluru pistol tersebut, sementara pistolnya masih ada ditempatnya.
Heiji mengatakan bahwa akhirnya ia akhirnya telah menemukan jawaban dari kasus ini, bahwa sebenarnya si pelaku sengaja membuat baju Shinichi berlumuran darah, juga sengaja membuatnya memegang pisau agar ia di kira pembunuh sebenarnya karena memang ialah pelaku pembunuhannya, Hah? Apa maksudnya? Jadi rupanya memang Shinichi pelakunya?! Dengan kata lain tidak ada trik dalam kasus ini, Shinichi berkata “Aku takut, aku takut wartawan itu mengatakan kesalahan yang aku buat 1 tahun yang lalu dan mengatakan akan menghancurkanku” sambil menangis, Shinichi menangis!!! Apa yang terjadi? Apa karena hilang ingatan ia jadi seperti ini?! Mana Shinichi yang keren??? Tiba-tiba Shiragama muncul dari balik pintu, semuanya kaget tak terkecuali Shinichi, ia mengambil pistol dari balik bajunya, “itu tak berguna” ucap Shiragama yang mengeluarkan peluru dari kepalan tangannya, Shinichi membuka isi peluru pistolnya tapi ternyata masih di tempatnya, Shiragama menendang tangan Shinichi hingga pistolnya terlempar, apa yang sebenarnya terjadi???.
Heiji mengambil pistol itu dan menodongkannya pada Shinichi, akhirnya semuanya terungkap. Rupanya ia Shinichi palsu yang tidak lain adalah Makoto yang ingin membuat jelek nama shinichi dengan dalih bahwa Shinichi telah melakukan kesalahan pada kasus satu tahun yang lalu, dan Shinichi seperti biasa tanpa diduga muncul dari balik penyamarannya sebagai Shiragama-sama.
Shinichi menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada kasus 1 tahun yang lalu yang bahkan ternyata polisipun tahu bahwa Shinichi tak melakukan kesalahan, hanya saja makoto salah paham hingga melakukan kesalahan yang membuatnya rugi “jadi untuk apa semua ini?, untuk apa aku mengubah wajahku dan melakukan pembunuhan?!”
Dalam penyesalannya ia digiring polisi ke penjara, ternyata begitu mudahnya manusia membunuh, bahkan untuk alasan yang belum jelas.
Diposting oleh Meitantei Mania di 18.31 0 komentar
Kasus Pembunuhan dalam Lift
Keesokan harinya setelah festival sekolah, Ran pergi kerumah Shinichi bersama Conan. Ran lega karena ternyata Shinichi masih ada dirumahnya. Akhirnya mereka berangkat bersama-sama kesekolah mereka. Saat Shinichi dan Ran sampai dikelas mereka, teman-teman sekelas mereka langsung menyoraki Ran dan Shinichi yang berangkat sekolah bersama. Lalu Ran menanyakan tentang hal apa yang ingin dibicarakan Shinichi pada waktu festival sekolah itu. Shinichi langsung membisikinya. Ternyata Shinichi ingin mengajak Ran makan malam. So sweet…
Shinichi mengajak Ran makan malam di restoran yang berkelas yakni restoran Beika, sebenarnya ia ingin mengulang kejadian dua puluh tahun yang lalu yakni saat ayahnya melamar ibunya di restoran itu. Tapi disana kembali terjadi kasus pembunuhan yang membuat Shinichi tidak tenang dalam mengutarakan maksudnya ke Ran. Ran yang mengetahui hal itu menyuruh Shinichi untuk memecahkan kasus tersebut terlebih dahulu. Mendengar itu, Shinichi pun langsung meloncat gembira dan berjanji akan segera menyelesaikan kasusnya kemudian akan segera kembali.
Sementara Shinichi sedang menganalisis kasus, pramusaji datang ke meja makan Ran dan menawarkan hidangan penutupnya. Namun Ran meminta agar hidangan penutupnya nanti saja setelah Shinichi datang karena dia sedang memecahkan kasus. Pramusaji itu malah tersenyum geli. Katanya dua puluh tahun lalu pernah ada pasangan yang persis seperti Ran dan Shinichi yang juga duduk di meja itu. Waktu itu juga ada kasus dan sang pria pergi untuk memecahkan kasus tersebut. Pramusaji itu juga bilang setelah sang pria memecahkan kasus dia berteriak “lamaran… lamaran…” kepada si wanita. Mendengar hal itu Ran langsung tersipu.
Namun sayangnya diluar dugaan, setelah menuntaskan kasus pembunuhan itu, Shinichi yang hendak menghampiri Ran tiba-tiba ditengah jalan ia merasakan jantungnya berdetak tidak beraturan dan tubuhnya mulai berasap. Ia langsung bersembunyi di toilet sambil menahan kesakitan yang sangat, kemudian Haibara yang berwujud Conan menghampirinya dan mengatakan efek obatnya telah habis. Haibara meminjamkan pakaian Conan ke Shinichi. Conan kembali kepada Ran dan mengatakan kalau Shinichi sedang melakukan petualangan baru dengan kasus yang lebih rumit lagi. Namun Ran sangat sedih dan tidak mau mendengarkan alasan lagi. Conan menjelaskan kepada Ran bahwa Shinichi pasti akan kembali walaupun harus mati, maka dari itu Ran harus tetap menunggunya. (vol. 26)
Diposting oleh Meitantei Mania di 18.31 0 komentar
Kasus Festival Sekolah
Ran mulai menyadari bahwa Conan dan Shinichi adalah orang yang sama. Insting wanita yang kuat jika menyangkut kekasih hatinya. Hal ini semakin jelas saat conan tertembak dan banyak mengeluarkan darah. Ran langsung menyarankan untuk mendonorkan darahnya karena ia menyadari darahnya sama dengan darah Shinichi. Conan menjadi bingung, jika ia mengatakan semuanya otomatis ia juga harus menceritakan tentang Organisasi Hitam yang telah mengecilkan dirinya. Heiji menyarankan agar Conan segera menceritakan keadaannya karena sebenarnya Ran sedang menunggu Conan untuk mengatakan langsung kepadanya dan tidak mungkin Conan bisa meengelabuhi Ran selamanya. Akhirnya Conan memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada Ran, tapi tiba-tiba Haibara muncul sambil menodongkan pistol kepadanya. Haah?! Apa yang terjadi?! Apakah conan benar-benar akan ditembak?!
Haibara mengatakan ia diberi kesempatan untuk kembali ke Organisasi Hitam dengan syarat harus menyingkirkan Conan dan orang-orang yang telah mengetahui identitas Conan seperti Profesor Agasa, orang tua Conan, dan Heiji. Ketika pistol itu ditembakkan ternyata yang keluar hanya seikat bunga. Conan kaget dan mengatakan kalau guyonannya itu tidak lucu. Rupanya Haibara ingin mengingatkan jika Conan membocorkan tentang Organisasi Hitam maka Ran akan mendapat bahaya karena Ran akan menjadi target mereka. Conan mulai berpikir ulang untuk mengutarakan kebenaran dirinya kepada Ran dan Haibara memberi Conan tiga pilihan :
1. tetap dingin & jangan mengatakan apapun pada Ran
2. menceritakan kebenarannnya kepada Ran, tapi jangan sampai ketahuan Organisasi Hitam
3. …………………………………………………………………………
Keesokan harinya, SMU Teitan (sekolahnya Ran, Shinich dan Sonoko) mengadakan festival sekolah yang memang diadakan setiap tahun sekali. Pada tahun ini SMU Teitan akan menampilkan drama pada acara puncak yang berjudul Ksatria Berbaju Hitam. Ran tidak menduga penonton akan ramai sekali, ia sedikit grogi karena ia akan menjadi tuan puteri pada drama puncak dan dokter Araide akan menjadi ksatria berbaju hitam. Ran melihat ayahnya, Kazuha dan Conan yang sedang pilek menghadiri acara tersebut.
Drama pun dimulai, tuan puteri akan dinikahkan untuk menjadi tumbal perdamaian dengan pangeran yang tidak dicintainya agar negara tidak diserang oleh pangeran tersebut. Ketika hendak menuju istana sang pangeran, tuan puteri dicegat oleh segerombolan pasukan. Pasukan itu membawa paksa puteri tapi tiba-tiba datang Ksatria Berbaju Hitam. Setelah mengalahkan pasukan penyerang, sang ksatria langsung memeluk sang puteri. Sang puteri (Ran) sangat kaget dan mengatakan kepada sang ksatria (Dokter Araide) adegan tersebut tidak ada di dalam skenario tapi dari balik panggung Sonoko menyuruh untuk tetap meneruskan drama.
Puncaknya ksatria harus mencium sang puteri tapi tiba-tiba salah seorang dari bangku penonton jatuh terjerembab. Rupanya penonton yang diketahui bernama Kohei Kamata ini telah diracuni dengan racun jenis Kalium Sianida, kata seorang anak yang berbaju hitam dan memakai topi. Inspektur Megure yang kagum akan daya analisanya menanyakan siapa sebenarnya anak ini. Cowok itu pun membuka topinya dan memperkenalkan diri dengan nama Shinichi Kudo. Ran kaget tapi Kazuha yang berada disitu langsung mengenali bahwa cowok itu adalah Heiji yang sedang menyamar. Penyelidikan tetap dilanjutkan dari tanda-tanda kematian dan proses kematian, akhirnya Inspektur Megure mengumumkan kasus ini hanyalah kasus bunuh diri. Tetapi Ksatria Baju Hitam menyangkal kasus tersebut adalah kasus bunuh diri, sambil membuka topengnya ksatria itu menyatakan ini adalah kasus pembunuhan.
Ksatria itu ternyata Shinichi Kudo, semua orang yang ada di ruang itu kaget terlebih Ran yang langsung mengalaihkan pandangan ke Conan. Ia jadi berpikir ulang tentang kebenaran bahwa Conan adalah Shinichi karena Conan juga ada disitu. Ran bertanya benarkah ia Shinichi yang asli tapi Shinichi malah mengejeknya dan menyuruhnya untuk tidak pergi karena ia ingin mengatakan sesuatu hal penting kepada Ran. Akhirnya Shinichi mengungkap kebenaran kasusu itu dan juga identitas pelaku. Setelah selesai menganalisis, Shinichi jatuh pingsan dan dilarikan ke UKS sekolah. Begitu bangun Shinichi kaget bahwa kondisinya tetap seperti semula dan tidak berubah menjadi kecil. Rupanya pilihan ketiga yang diajukan Haibara adalah meminum obat penawar APTX 4869 yang masih dalam tahap percobaan. Sosok Conan sebenarnya adalah Ai Haibara yang menyamar, dengan menggunakan masker yang diciptakan profesor Agasa, ia menirukan suara Conan. (vol. 26)
Diposting oleh Meitantei Mania di 18.30 2 komentar
Shinichi Comeback Again : Pertemuan dengan Heiji
Conan yang sedang pilek menelpon Ran dengan memakai suara Shinichi agar komunikasi tetap terjaga dan agar Ran tidak mencemaskan keadaannya. Tetapi tiba-tiba Ran memutuskan pembicaraan dan Conan segera pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Conan menemukan seorang pria mencurigakan sambil berteriak memanggil nama Shinichi Kudo. Pria misterius ini berkulit hitam serta memakai topi dan menenteng tas piknik dibahunya. Cowok berkulit hitam ini menanyakan tentang Shinichi kepada Ran. Ran memberitahukan bahwa ia tidak mengetahui keberadaan Shinichi tapi mengetahui kalau Shinichi sedang pilek (kondisinya sama dengan Conan yang sedang pilek) karena barusan menelpon.
Pria itu menanyakan apakah Shinichi menanyakan tentang kabar Ran. Ran menjawab bahwa Shinichi selalu membicarakan tentang dirinya sendiri tanpa menanyakan kabar tentangnya. Kemudian cowok bertopi itu mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya Shinichi sedang mengawasi atau berada disekitar Ran. Wow… Sungguh analisi yang brilian. Analisisnya tepat sekali!!! Sementara, Conan takjub dan bertnya dalam hati siapa sebenarnya pria yang ada dihadapannya ini. Pria itu memperkenelkan diri dengan nama “Heiji Hattori” sambil membuka topinya. Ia mengaku sebagai Detektif SMU dari Osaka. Ia bermaksud menantang Shinichi untuk beradu analisis karena merasa selalu dibanding-bandingkan. Pilek Conan bertambah parah, kemudian Heiji memberinya obat yakni arak Cina “bir Paikaru”. Hal itu tentu saja membuat kepala Conan semakin pusing dan sedikit mabuk.
Setelah itu tiba-tiba seorang wanita angkuh datang ke kantor Detektif Kogoro Mouri. Wanita angkuh ini menyuruh Kogoro untuk memata-matai pacar putranya. Kemudian Kogoro, Ran, Conan dan Heiji yang ada disitu diajak ke rumah untuk membicarakan masalah ini secara lebih mendetail bersama suaminya. Suaminya tidak bisa datang karena ia adalah seorang Diplomat, ia takut bila kasus ini akan menjadi aib yang akan menyebar dimasyarakat.
Sesampainya di rumah mereka menemukan sang suami dalam kondisi yang tidak bernyawa lagi padahal pinti kamar dikunci dari luar dan kunci induk ada di saku celana korban dan satunya lagi dipegang istrinya untuk membuka kamar tadi. Timbul berbagai pertanyaan dalam hati masing-masing : mati mendadakkah atau kasus pembunuhan?! Jika kasus pembunuhan kenapa kondisi ruangan tertutup rapat?!
Setelah meneliti kondisi korban, Shinichi(Conan) dan Heiji menyimpulkan bahwa ia adalah korban pembunuhan yang memakai racun, diidentifikasikan dari tanda-tanda fisik korban dan juga ditemukan jarum di TKP. Sementara itu, Ran curiga bahwa Heiji adalah Shinichi yang sedang menyamar karena analisis Heiji mirip Shinichi. Hal ini tentu saja membuat Shinichi(Conan) cemburu dan berusaha untuk segera mengusir “pengacau” tersebut dengan cara menuntaskan kasus ini sesegera mungkin.
Ada lima orang yang dicurigai sebagai pelaku, yakni : pembantu korban, istri korban, ayah korban, anak korban, dan pacar anak korban. Hipotesa Heiji, kandidat terkuat sebagai pembunuh adalah ayah korban, anak korban. Dan pacar anak korban. Karena pada saat terjadinya perkara, pembantu korban sedang asyik ngobrol dengan tetangga sebelah rumah, begitu pula dengan istri korban yang sedang bersama Kogoro dan kawan-kawan.
Pilek Conan semakin parah, matanya mulai berkunang-kunang dan ketika Conan ingin memaparkan tentang analisisnya tentang pelaku kejahatan, ia malah jatuh pingsan, panasnya semakin tinggi dan akhirnya Ran membawanya ke kamar.
Sementara Heiji mulai menjabarkan trik-trik yang dipakai pelaku untuk membuat “ruangan tertutup”, Conan sedang mengalami kesakitan yang hebat bahkan dia berpikir dia akan mati. Ran yang dengan setia merawat, pergi menjemput dokter. Sambil berlari, Ran menghampiri Conan dengan membawa dokter. Tetapi Conan sudah menghilangyang tertinggal hanyalah dasi kupu-kupunya.
Ran yang kebingungan mencari-cari Conan kesana kemari namun tidak pula menemukannya. Rupanya Heiji telah selesai memaparkan analisanya dan telah mengumumkan pembunuhnya yakni ayah korban. Tapi tiba-tiba Shinichi muncul dan memotong pembicaraan. Ia menyangkal kalau ayah korban adalah sang pembunuh. Shinichi mengatakan bahwa trik tang dikatakan Heiji barusan merupakan teori palsu. 100% mustahil!!! Apa?! Kok bisa sih?! Ia mengatakan bahwa Heiji telah terkena jebakan yang sudah disiapkan oleh pelaku. Ran kaget dan menangis haru melihat Shinichi ada dihadapannya, sementara Heiji kaget sekaligus merasa terhina dengan apa yang dikatakan Shinichi. Akhirnya Shinichi menjelaskan kronologi kejadian kasus yang sesungguhnya dan si pelaku kejahatan yang sebenarnya adalah istri korban yang datang bersama Kogoro dkk. Ia melakukan pembunuhan tersebut didepan mata para “detktif”, sungguh suatau tindakan yang nekat. Dan memang tujuannya membawa Kogoro ke rumahnya sebagai saksi dari alibinya.
Heiji mengakui analisis Shinichi setingkat lebih unggul daripada analisis miliknya, tapi Shinichi menjelaskan bahwa tidak ada posisi atas atau bawah dalam membuat hipotesa sebeb kebenaran hanya ada satu. Mendengar argumen itu, heiji takjub dan merasa malu karena terlalu bersemangat dalam bersaing dengan Shinichi. Sayangnya tubuh Shinichi ini tidak bertahan lama sesaat setelah berbicara dengan Heiji tubuhnya kembali lagi menjadi Conan, tentunya tanpa sepengetahuan Ran dan Heiji.
Conan menyadari penyebab ia kembali lagi menjadi Shinichi dikarenakan minum arak Cina yang diberikan oleh Heiji, kemudian ia mengelabui Ran dan membawa arak Cina itu ke rumah Profesor Agasa. Conan meminum arak sampai habis tapi tubuhnya tidak menunjukkan reaksi untuk menjadi Shinichi kembali yang terjadi tentu saja bikin Conan mabuk. Profesor Agasa mengatakan kemungkinan tubuh Conan telah menghasilkan imun/kekebalan tubuh untuk melawan efek dari arak Cina. (vol. 10)
Diposting oleh Meitantei Mania di 18.29 0 komentar



